Term of Use
Login
Register
FAQ
Contact us About Us
Search
Research
Library
Opinions
Photostock
Who's Who
College Profile
TEMPO '71-'94
Reference
Library Network
Agenda
Publications
Link

   
  Research
 
Senin, 28/07/2008
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 10 tahun 2008 tentang Pemilu
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 10 tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ...[lanjut]

Minggu, 02/09/2007
Analisis IHSG Mingguan edisi 3-7 September 2007
Ulasan Indeks Harga Saham Gabungan di BEJ sepekan naik 51,23 poin (2,39%) dari 2.143,109 menjadi 2.194,339. Kenaikan indeks diperkirakan masih berlanjut setelah Pidato Gubernur The Fed Bernanke siap pangkas suku bunga pada FOMC 18 September. Pidato Bush yang akan memberi bantuan likuiditas sektor perumahan juga beri optimisme pasar. Hanya saja kenaikan indeks akan dibayangi melambungnya harga minyak dunia tembus US$ 74 per barel. Indeks minggu ini masih relly menguji 2.225. Bila tembus ke 2.225 akan menuju 2.300. Pasar akan take profit bila indeks di 2.350. Teknikal Grafik Bollinger Bands: indeks sudah di garis batas atas 2.175 dan garis batas tengah di 2.150 dan batas bawah di 2.125. Berarti IHSG akan tersu rally menguji tembus 2.300. Relative Strength Index untuk 5 harian naik di titik 66,26 persen menuju garis overbought. Ini berarti pasar akan beli saham. Candle Stick membentuk long white candle. Berarti indeks masih naik menuju batas atas berikutnya. Saran : Selektif beli pada saham-saham blue chips yang belum naik tajam.Perhatikan saham consumer good, perbankan, dan otomotif. Saham-saham emiten tersebut jelang Puasa akan banyak diburu investor SEMOGA SUKSES ...[lanjut]

Minggu, 02/09/2007
Analisis Rupiah Mingguan edisi 3-7 September 2007
Ulasan Kurs rupiah sepekan menguat tipis 25 poin dari Rp 9.410 (24/8) menjadi 9.385 per dolar (31/8). Penguatan rupiah minggu ini diperkirakan kembali menguat menguji tembus 9.350. Faktor global yakini pidato Bernanke yang siap pangkas suku bunga pada FOMC 18 September dan pernyataan Bush untuk membantu likudiitas pada pasar perumahan akan yakinkan pasar krisis subprime mortgage segera berakhir. Namun, penguatan rupiah masih temporer karena terganjal tingginya inflasi. Pasar akan balik beli dolar bila gagal tembus 9.335. Teknikal Moving Average minggu ini berada di titik 9.375 untuk 5 harian dan 9.355 untuk 10 harian dan 9.420 untuk 20 harian. Itu berarti rupiah menguat terbatas dan buy back dolar di 9.350 Grafik RSI-14 harian berbalik turun di 51,72 persen menuju garis normal. Ini memberi indikasi aksi jual dolar masih berlanjut menguji level tembus 9.350 Grafik Candle Stick membentuk pola candle engulfing Ini berarti tren pelemahan dolar berlanjut. Saran : Jual dolar bila rupiah tembus di Rp 9.375. Beli dolar bila rupiah tak mampu tembus ke 9.350. Perhatikan pergerakan indeks saham BEJ, harga minyak dunia dan dolar AS menjelang sidang The Fed.. Semoga Sukses ...[lanjut]

Minggu, 15/07/2007
Analisis IHSG Mingguan edisi 16-20 Juli 2007
Ulasan Indeks Harga Saham Gabungan di BEJ sepekan melonjak 74,55 poin (3,35%) dari 2.227,05 menjadi 2.301,60. Melonjak indeks Dow Jones 2,2% ke 13.900 rekor tertinggi yang ke-29 kali dalam tahun ini memicu kenaikan bursa regional, termasuk BEJ. Investor terus beli saham setelah BI rate turun di 8,25% dan antisipasi laporan keuangan emiten semester I 2007 tumbuh positif. Selain itu pasar tunggu testimony Fed akan wacana pemotongan suku bunga. Hanya saja kenaikan indeks akan dihantui melambungnya harga minyak dunia tembus US$ 73 per barel. Indeks minggu ini masih relly menguji 2.325. Bila tembus ke 2.350. Sebaliknya jika gagal, pasar konsolidasi dan indeks tertahan di 2.280. Teknikal Grafik Bollinger Bands: indeks sudah di garis batas atas 2.301 dan garis batas tengah di 2.286 dan batas bawah di 2.270. Berarti IHSG akan konsolidasi dulu sebelum menguji tembus 2.325. Relative Strength Index untuk 5 harian naik di titik 88,38 persen di atas garis overbought. Ini berarti pasar akan take profit krn harga saham sudah jenuh beli. Candle Stick membentuk long legged doji down. Berarti indeks masih flat tapi pasar cenderung ambil untung. Saran : Ambil untung pada saham-saham blue chips yang sudah naik tajam.Perhatikan saham Telkom dan Indosat bila masih naik, ambil posisi beli pada harga rendah pada sebagian saham sektor infratsruktur, perbankan, property, perkebunan, tambang. SEMOGA SUKSES ...[lanjut]

Minggu, 15/07/2007
Analisis Rupiah Mingguan edisi 16-20 Juli 2007
Ulasan Kurs rupiah sepekan menguat tipis 5 poin dari Rp 9.030 (6/7) menjadi 9.025 per dolar (13/7). Penguatan rupiah masih terbatas karena terganjal demand dolar dari importer minyak setelah harga minyak terus melambung menembus US$ 73 per barel. Harapan aliran dana asing masuk ke bursa juga kecil. Statement Wapres Jusuf Kalla bhw pemerintah nyaman bila rupiah 9.200-9.500 membuat pasar menilai rupiah tak mungkin menguat ke 8.700-8.800. Pasar akan buy back dolar bila rupiah di bawah Rp 9 ribu dan take profit dolar bila menedekti 9.100. Teknikal Moving Average minggu ini berada di titik 9.035 untuk 5 harian dan 9051 untuk 10 harian dan 8.995 untuk 20 harian. Itu berarti rupiah menguat terbatas dan buy back dolar di 8.990. Grafik RSI-14 harian berbalik turun di 49,34 persen menuju garis oversold. Ini memberi indikasi aksi jual dolar masih berlanjut menguji level tembus 9.000. Grafik Candle Stick membentuk pola short white body +. Ini berarti rupiah-dolar maish konsolidasi 9.000-9.050. Saran : Jual dolar bila rupiah tembus di Rp 9025. Beli dolar bila rupiah tak mampu tembus ke 8.990. Perhatikan pergerakan indeks saham BEJ, harga minyak dunia dan dolar AS di pasar global jelang testimony Fed.. Semoga Sukses ...[lanjut]

Minggu, 01/07/2007
Analisis Rupiah Mingguan edisi 2-6 Juli 2007
Ulasan Kurs rupiah sepekan melemah 40 poin dari 9.000 menjadi 9.040 per dolar. Rupiah melemah akibat aksi ambil untung pasar atas rupiah jelang sidang the Fed yang pertahankan bunga di 5,25%. Rupiah diperkirakan berbalik menguat seiring jatuhnya dolar di pasar gobal akibat data inflasi yoy 1,9% dan indeks sentiment Michigan turun dari 88,3 jadi 85,3 dan GDP kwt I tumbuh 0,7%. Minggu ini rupiah berpeluang menguat pada kisaran 8.985-9.100 per dolar. Bila level 9.000 tembus akan ke 8.985 dan akan berbalik menguat dolar ke 9.105 bila level 8.985 gagl ditembus. Perhatikan pergerakan yen, harga minyak dan IHSG. Teknikal Moving Average minggu ini berada di titik 9.123 untuk 5 harian dan 9082 untuk 10 harian dan 8.930 untuk 20 harian. Itu berarti rupiah berpotensi berbalik menguat. Grafik RSI-14 harian berbalik turun di 47,59 persen menuju garis oversold. Ini memberi indikasi aksi jual dolar masih berlanjut menguji level tembus 9.000. Grafik Candle Stick membentuk pola bearish harami. Ini berarti dolar berpotensi turun ke 8.980 Saran : Jual dolar bila rupiah tembus di Rp 9030. Beli dolar bila rupiah tak mampu tembus ke 8.985. Perhatikan pergerakan indeks saham BEJ, harga minyak dunia dan dolar AS di pasar global. ...[lanjut]

Minggu, 01/07/2007
Analisis IHSG Mingguan edisi 2-6 Juli 2007
Ulasan Indeks Harga Saham Gabungan di BEJ sepekan turun 13,04 poin (0,61%) dari 2.152,321 menjadi 2.139,278. Jatuhnya indeks karena imbas sentiment negatif gagal bayar saham PT AGIS Tbk. Namun jatuhnya Wall Street akhir pekan juga akan memicu aksi ambil untung. Indeks minggu ini berpotensi rebound antisipasi inflasi Juni yang diperkirakan terkendali dan sinyal penurunan BI Rate pada 7 Juli nanti. Indeks akan relly ke 2.161 bila inflasi sesuai ekspektasi pasar dengan batas bawah kuat di 2.125. Teknikal Grafik Bollinger Bands mengindikasikan indeks sudah di bawah garis batas atas 2.142 dan garis batas tengah di 2.123 dan batas bawah di 2.102. Berarti IHSG akan alami teknikal rebound bila level 2.140 mampu ditembus. Relative Strength Index untuk 5 harian naik di titik 54,83 persen di atas garis onormal. Ini berarti pasar akan buy back saham bila sentiment internal membaik. Candle Stick membentuk pola long white candles. Berarti aksi beli akan terjadi bila bursa global dan regional rebound setelah infalsi AS di bawah 2,0%. Saran : Selektif beli di saham blue chips, pertambangan, energi, perbankan, otomotif, properti, infrastruktur, dan barang konsumsi. SEMOGA SUKSES ...[lanjut]

Minggu, 24/06/2007
Analisis IHSG Mingguan edisi 25-29 Juni 2007
Ulasan Indeks Harga Saham Gabungan di BEJ sepekan naik 31,68 poin (1,49%) dari 2.120,64 menjadi 2.152,32. Kenaikan indeks dipicu masuknya saham emiten baru di BEJ. Namun jatuhnya Wall Street akhir pekan akan memicu aksi ambil untung. Terlebih lagi pasar masih cemas naikknya harga minyak dunia dan adanya pertemuan FOMC 27-28 Juni. Indeks Minggu ini diperkirakan masih turun menuju batas bawah 2.142 Bila level ini tak mampu ditembus, indeks akan berbalik naik ke 2.161. Teknikal Grafik Bollinger Bands mengindikasikan indeks sudah di bawah garis batas atas 2.161 dan garis batas tengah di 2.150 dan batas bawah di 2.138. Berarti IHSG akan alami teknikal korection bila level 2.150 tam mampu bertahan. Relative Strength Index untuk 5 harian naik di titik 70,36 persen di atas garis overbought. Ini berarti pasar cenderung ambil untung. Candle Stick membentuk pola hammer. Berarti aksi jual akan terjadi bila bursa global dan regional turun, IHSG bakal koreksi terbatas. Saran : Jual pada saham blue chips yang sudah turun tajam. Selektif beli pada saham emiten berfundamental bagus. SEMOGA SUKSES ...[lanjut]

Minggu, 24/06/2007
Analisis Rupiah Mingguan edisi 25-29 Juni 2007
Ulasan Kurs rupiah sepekan menguat 45 poin dari 9.045 menjadi 9.000 per dolar AS. Rupiah masih berpotensi menguat ke 8.950 bila level 8.970 tembus. Selain itu,isu The Fed akan pertahankan bunga pada FOMC 27-28 Juni 2007 memicu spekulasi jual dolar di pasar. Dan rencana penrbitan SPN senilai rp 2 triliun akan memicu aliran dana asing masuk. Minggu ini rupiah masih menguat menguji tembus 8.970 dengan batas atas 9.100. Bila level 8.970 ditembus rupiah akan terus menguat ke 8.940. Perhatikan tren dolar dan harga minyak dunia. Teknikal Moving Average minggu ini berada di titik 8917 untuk 5 harian dan 8980 untuk 10 harian dan 9050 untuk 20 harian. Itu berarti rupiah masih menguat Grafik RSI-14 harian berbalik naik di 62,92 persen di bawah garis overbought. Ini memberi indikasi aksi beli dolar sudah agak terbatas dan pasar cenderung ambil untung. Grafik Candle Stick membentuk pola candles harami cross. Ini berarti rupiah berpotensi berbalik menguat. Saran : Jual dolar bila tak tembus di Rp 9015. Beli dolar bila rupiah gagal tembus ke 8.970. Perhatikan pergerakan indeks saham BEJ, harga minyak dunia dan dolar AS di pasar global. Semoga Sukses ...[lanjut]

Jum'at, 08/06/2007
Analisis Rupiah Mingguan edisi 11-15 Juni 2007
Ulasan Kurs rupiah sepekan melorot 250 poin dari 8.835 menjadi 9.085 per dolar AS. Rupiah anjlok akibat imbas faktor global menyusul aksi pembelian dolar untuk masuk T-Bills AS dimana yield naik jadi 5,12%. Selain itu,isu The Fed akan naikkan bunga pada FOMC 27-28 Juni 2007 memicu spekulasi beli dolar di pasar. Minggu ini rupiah masih melemah menguji tembus 9.150-9.200 per dolar. Bila level 9.150 gagal ditembus rupiah akan berbalik menguat ke 8.800. Perhatikan tren dolar dan indeks Dow Jones di Wall Street. Teknikal Moving Average minggu ini berada di titik 9086 untuk 5 harian dan 9060 untuk 10 harian dan 8.975 untuk 20 harian. Itu berarti rupiah masih melemah Grafik RSI-14 harian berbalik naik di 67,32 persen di bawah garis overbought. Ini memberi indikasi aksi beli dolar masih berlanjut menguji level 9.150-9.200. Grafik Candle Stick membentuk pola gapping white line in uptrend. Ini berarti dolar masih menguat menguji 9150 Saran : Jual dolar bila tak tembus di Rp 9150. Beli dolar bila rupiah melorot ke 9.100. Perhatikan pergerakan indeks saham BEJ, harga minyak dunia dan dolar AS di pasar global. Semoga Sukses ...[lanjut]

baju muslim Copyright PDAT 2004